Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

BUAH RINDU II - Amir Hamzah

Written By Unknown on Rabu, 29 September 2010 | 02.05

BUAH RINDU II
Oleh :
Amir Hamzah


Datanglah engkau wahai maut
Lepaskan aku dan nestapa
Engkau lagi tempatku berpaut
Di waktu ini gelap gulita.

Kicau murai tiada merdu
Pada beta bujang Melayu
Himbau pungguk tiada merindu
Dalam telingaku seperti dahulu.

Tuan aduhai mega berarak
Yang melipud dewangga raya
Berhentilah tuan di atas teratak
Anak Langkat musyafir lata.

Sesa'at sekejap mata beta berpesan
Padamu tuan aduhai awan
Arah manatah tuan berjalan
Di negeri manatah tuan bertahan?

Sampaikan rinduku pada adinda
Bisikkan rayuanku pada juita
Liputi lututnya muda kencana
Serupa beta memeluk dia.

Ibu, konon jauh tanah Selindung
Tempat gadis duduk berjuntai
Bonda hajat hati memeluk gunung
apatah daya tangan ta' sampai.

Elang, Rajawali burung angkasa
Turunlah tuan barang sementara
Beta bertanya sepatah kata
Adakah tuan melihat adinda?

Mega telahku sapa
Margasatwa telahku tanya
Maut telahku puja
Tetapi adinda manatah dia !


Memahami Puisi, 1995
Mursal Esten
support to : SMP | Anak SMP | Gerakan SEO positif : SMP, Anak SMP Anak SMP

5 komentar:

Meutia Halida Khairani mengatakan...

wew, udah lama ngga baca puisi2 karya amir hamzah..
masih indah seperti pertama kali saya baca dulu..

anak smp ku mengatakan...

dari karya indah beliau, buah rindu yang paling saya ngefans.. kalau karya mbah chairil anwar yang puisi untuk sri ayati.. sejuk dinikmati. :)

rafi wicak mengatakan...

aing terharu

rafi wicak mengatakan...

goblok aing sange

hotbis, klik disini mengatakan...

kata-katanya membuat aku ikutan rindu sama seseorang

Posting Komentar